Saturday, March 21, 2020


Permasalahan Budaya di Indonesia

Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Namun saat ini banyak sekali yang terjadi
pada diri remaja, seperti narkoba dan genk motor. Hal ini merupakan masalah yang sudah tidak asing lagi. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Banyak sekali faktor internal dan eksternal penyebab kenakalan remaja yang perlu diperhatikan. Untuk mengatasinya maka bimbingan dari orang tua dan juga lingkungan yang baik bisa menjadi penentu bagi perkembangan remaja tersebut. 
            Remaja  adalah  masa  peralihan  dari kanak-kanak ke dewasa. Seorang remaja sudah tidak  lagi  dapat  dikatakan  sebagai  kanak-kanak, namun  ia masih belum cukup matang untuk  dapat  dikatakan  dewasa.  Ia  sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan  inipun sering  dilakukan  melalui metoda coba-coba  walaupun  melalui  banyak kesalahan.  Kesalahan  yang  dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang  tidak menyenangkan  bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat  para  remaja  hanya  akan menyenangkan  teman  sebayanya.  Hal  ini karena  mereka  semua  memang  sama-sama masih  dalam  masa  mencari  identitas. Kesalahan-kesalahan  yang  menimbulkan kekesalan  lingkungan  inilah  yang  sering disebut sebagai kenakalan remaja.
Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar normaaturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang.
Kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan dalam pemenuhan tugas perkembangan. Beberapa remaja gagal dalam mengembangkan kontrol diri yang sudah dimiliki remaja lain seusianya selama masa perkembangan. Keberhasilan dalam pemenuhan tugas perkembangan menjadikan remaja sadar dan peka terhadap norma, sehingga remaja mampu menahan dorongan pemuasan dalam diri agar tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku. Sebaliknya, kegagalan dalam tugas perkembangan ini, akan menyebabkan individu remaja menjadi kurang peka terhadap norma dan aturan yang barlaku. Ini menyebabkan individu remaja menjadi rentan berperilaku melanggar aturan bahkan melakukan tindakan kriminal.
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 
Faktor internal:
1. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2. Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
 Faktor eksternal:
1. Keluarga Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2. Teman sebaya yang kurang baik
3. Komunitas/lingkungan/sekolah/ tempat tinggal yang kurang baik.

Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja
  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja dididik untuk pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Daftar pustaka:
https://www.gurupendidikan.co.id/kenakalan-remaja/
Singgih D. Gunarso.1988.Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT Gramedia
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Kenakalan%20Remaja%20Atau%20Kenakalan% 20Orang%20Tua&&nomorurut_artikel=72

Wednesday, January 1, 2020


Steve Jobs: Inspired, and Inspiring
  Siapa diantara kita yang tidak mengenal pria yang memiliki nama lengkap Steven Paul Jobs?  Pria yang biasa dipanggil Steve Jobs atau Steve saja adalah seorang pebisnis dan penemu yang berasal dari negeri Paman Sam, dia adalah pendiri dari Apple Inc. bersama kerabatnya Steve Wozniak, dan Mikke Markkula. Bersama Apple Inc. Steve Jobs telah melakukan revolusi yang sangat besar dalam bidang teknologi, dengan hadirnya ponsel genggam besutan Apple pada tahun 2007 yaitu iPhone, telah memberikan dampak yang besar dalam kemudahan berkomunikasi dan mencari informasi.

Steve Jobs pada peluncuran iPhone pada tahun 2007
   iPhone adalah ponsel yang sangat revolusioner pada saat itu, terbukti dengan kompetitor lainnya yang masih menggunakan papan ketik fisik, iPhone hadir dengan segalanya yang dilakukan dengan sentuhan. iPhone adalah ponsel pintar terbaik pada saat itu hingga saat ini terbukti dengan iPhone adalah Trendsetter bagi para kompetitornya.
    Berkat otak jenius Steve Jobs yang telah memberikan dedikasi hidupnya pada perkembangan teknologi yang dapat kita rasakan pada saat ini, memberikan saya motivasi untuk terus dapat berinovasi dan memberikan dampak yang sangat besar dibidang teknologi, saya ingin sekali dapat menciptakan perubahan yang sangat besar untuk kehidupan manusia. Steve Jobs adalah Legenda yang sudah tiada tetapi karyanya akan tetap kita gunakan sampai kapan pun.
"We started out to get a computer in the hands of everyday people, and we succeeded beyond our wildest dreams."-Steve Jobs

Daftar Pustaka

Sunday, September 29, 2019

Monster Dibalik Fintech

Era globalisasi membawa banyak dampak bagi kehidupan masyarakat baik itu dampak positif maupun dampak negatif, salah satunya perkembangan teknologi dan informasi dalam kehidupan sehari-hari kini semakin pesat, ditambah dengan keberadaan dan kemudahan dalam mengakses internet juga mendorong kemajuan masyarakat dalam bidang teknologi baik dalam mengakses informasi atau dalam berbagai kebutuhan dalam menjalankan sebuah bisnis yang berbasis online.
Financial Technology atau yang biasa disebut FinTech sekarang adalah kata kunci yang sering dicari. Bersaing dengan pelayanan keuangan tradisional, fintech menawarkan kemudahan dan fleksibilitas pelayanan terhadap konsumen. Konsumen lebih nyaman menggunakan pelayanan digital ditandai dengan kesegeraan dan ketersediaan informasi, dapat diperoleh dengan menggunakan telepon pintar dan tablet.
             Organisasi keuangan tradisional seperti Bank dan perusahaan asuransi telah berubah untuk mendekatkan jarak antara mereka dengan perusahaan fintech. Namun dekmikian, cara-cara organisasi keuangan tradisional untuk berubah dan berinovasi kerap kali mendapatkan rintangan. Dengan menjalankan bisnis model lama adalah masalah terbesar untuk organisasi tersebut berubah karena tidak dapat berkompetisi dengan para kompetitor yang menjalankan bisnis lebih fleksibel dan efisien.
            Dengan adanya perusahaan startup fintech memang sangat memudahkan para konsumen untuk melakukan jual-beli online di beberapa aplikasi e-commerce yang ada di Indonesia, dan beberapa perusahaan fintech tersebut telah menjalin kerjasama dengan aplikasi e-commerce sehingga para konsumen kerap kali diberikan beberapa keuntungan jika melakukan jual-beli online melalui perusahaan fintech tersebut.
            Namun, tentu saja dari beberapa keuntungan yang diberikan oleh perusahaan fintech terhadap konsumen, terdapat beberapa masalah yang kerap kali ditemukan oleh konsumen bahkan beberapa kerabat konsumen yang tidak menggunakan aplikasi dari perusahaan fintech tersebut. Masalah yang kerap kali terjadi adalah jika konsumen tidak dapat membayar pinjaman yang diberikan perusahaan fintech tersebut dalam tempo waktu yang telah disepakati maka perusahaan fintech mempunyai hak untuk menghubungi seluruh kontak yang terdapat di telpon pintar konsumen. Karena sewaktu kita me-install aplikasi tersebut pihak perusahaan dapat mengakses kontak, dan lokasi konsumen, sehingga rentan sekali perushaan fintech untuk menyadap privasi para konsumen. Ini merupakan pelanggaran hak privasi konsumen yang kerap terjadi di perushaan fintech. Jika seorang konsumen tidak mampu membayar dengan tempo waktu yang telah ditetapkan makan pihak perusahaan akan menghubungi seluruh kontak yang ada di dalam telpon pintar konsumen dan menyebarkan info tidak mengenakkan tentang konsumen tersebut, sehingga seluruh orang dapat mengetahui kejelekan konsumen tersebut hanya karena dia tidak dapat membayar pinjaman yang diberikan perushaan fintech tersebut. Perusahaan fintech akan terus menagih pinjaman dengan memberikan bunga yang berlipat setiap minggunya.
            Dari apa yang telah terjadi konsumen harus bijak dalam menggunakan layanan keuangan berbasis online, karena didalamnya terdapat banyak sekali hal-hal yang tidak mengenakkan untuk konsumen dan perushaan tersebut dapat melewati hak privasi konsumen tersebut. Sebisa mungkin konsumen untuk se-minimal mungkin dan berhati-hati menggunakan layanan tersebut untuk terhindar dari beragam hal tersebut.
            Layanan berbasis online memang memberikan banyak kemudahan untuk konsumen untuk melakukan berbagai macam aktifitas namun dibalik itu semua ada hal yang dapat merugikan konsumen dan memberikan citra buruk terhadap konsumen tersebut dan juga memberikan kejelekan konsumen tersebut. Memang banyak hal yang dapat memudahkan konsumen namun, banyak juga hal yang merugikan konsumen.
           
           











Daftar pustaka
Bernardo Nicoletti, 2017, The Future of FinTech; Integrating Finance and Technology in Financial Services, Palgrave Studies in Financial Services Technology, 16-18.
https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/view/52982/31328
https://www.instagram.com/s/aGlnaGxpZ2h0OjE3ODQ5MzM3NTI5Mjc1NTYy?igshid=3615elnu16hm








Perbandingan Shopee dan Tokopedia Menurut Prinsip-Prinsip Desain Grafis

Perbandingan Shopee dan Tokopedia menurut prinsip-prinsip desain grafis 1.      Clarity (Kejelasan) Clarity atau keje;asan adalah hal ya...